Sinergi Pusat dan Daerah Percepat Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan di Sulbar
MAMUJU-Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Percepatan Produksi Pertanian, Prof. Muhammad Arsyad, bersama Dr Hendri Sosiawan tenaga Ahli Menteri Bidang Teknologi Inovasi Pengelolan Irigasi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Barat dalam rangka monitoring pelaksanaan konstruksi cetak sawah 2025 dan persiapan konstruksi cetak sawah tahun 2026, serta kegiatan optimalisasi lahan pertanian. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program cetak sawah berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, dan memenuhi standar teknis, sekaligus menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tahapan persiapan konstruksi tahun 2026 serta penguatan program optimalisasi lahan pertanian di Sulawesi Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komandan Korem 142/Tatag Mamuju, Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian, para Kepala Dinas Kabupaten se-Provinsi Sulawesi Barat, Tim, Penyuluh Pertanian tingkat provinsi dari BBSDM, Pelaksana SID Cetak Sawah Tahun 2025 dari LPPM Universitas Hasanuddin, Konsultan Pengawas Konstruksi Cetak Sawah Tahun 2025, Pelaksana Konstruksi Cetak Sawah dari Kodim 1428/Mamasa, dan Tim Teknis Konstruksi Cetak Sawah tingkat provinsi dan kabupaten.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan arahannya dengan menekankan pentingnya koordinasi dan komitmen seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan program cetak sawah. Ia juga menegaskan perlunya kesiapan daerah, baik dari aspek teknis, administrasi, maupun dukungan lapangan, agar pelaksanaan konstruksi cetak sawah dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Selanjutnya, Hendri Sosiawan menyampaikan materi terkait pelaksanaan program cetak sawah yang mencakup perencanaan teknis, tahapan konstruksi, serta strategi pengendalian dan pengawasan di lapangan guna meminimalkan potensi kendala selama pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, dalam arahannya, Prof. Muhammad Arsyad menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, perguruan tinggi, serta seluruh tim teknis di lapangan dalam mempercepat realisasi program strategis Kementerian Pertanian. Program cetak sawah dan optimalisasi lahan disebut sebagai langkah strategis dalam mendukung peningkatan produksi pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Selain melaksanakan pengawalan kegiatan cetak sawah, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) juga memiliki tugas penting dalam melakukan pendampingan penerapan teknologi pertanian kepada petani pemilik sawah yang telah dicetak. Pendampingan tersebut meliputi penerapan teknologi budidaya modern, mekanisasi pertanian, penggunaan varietas unggul, serta peningkatan kapasitas petani dalam mengelola lahan sawah baru agar produktivitas dapat meningkat secara berkelanjutan.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan serta merumuskan langkah percepatan dan perbaikan, sehingga pelaksanaan konstruksi cetak sawah tahun 2025 dapat diselesaikan secara optimal dan persiapan konstruksi tahun 2026 dapat berjalan lebih matang dan terencana.(MN)